• Beranda
  • Profil
  • Kontak

Forum Belajar Islam

Sa Uhajim ar-Ruum min Uqri Baiti

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Social Profiles

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail
  • Popular
  • Tags
  • Blog Archives

Saran Redaksi

    ul.rcentside *{-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box} ul.rcentside{font:normal normal 11px Verdana,Geneva,sans-serif} ul.rcentside,ul.rcentside li{margin:0;padding:0;list-style:none;position:relative} ul.rcentside{width:100%;height:500px} ul.rcentside li{height:24.5%;position:absolute;padding:0;width:49.5%;float:left;overflow:hidden;display:none} ul.rcentside li:nth-child(1),ul.rcentside li:nth-child(2),ul.rcentside li:nth-child(3),ul.rcentside li:nth-child(4){display:block} ul.rcentside img{border:0;width:100%;height:100%} ul.rcentside li:nth-child(1){width:100%;height:49.5%;margin:0 0 2px;left:0;top:0} ul.rcentside li:nth-child(2){left:0;top:50%} ul.rcentside li:nth-child(3){left:50.5%;top:50%} ul.rcentside li:nth-child(4){width:100%;left:0;top:75%} ul.rcentside .overlayx,ul.rcentside li{-webkit-transition:all .4s ease-in-out;-moz-transition:all .4s ease-in-out;-o-transition:all .4s ease-in-out;-ms-transition:all .4s ease-in-out;transition:all .4s ease-in-out} ul.rcentside .overlayx{width:100%;height:100%;position:absolute;z-index:2;left:0;top:0;background-image:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq0WLig51F5T0vnxqkUqIJDsB0IR3yFDnXLdSyrXz4O1Iwn1Ipu6itdAipc2n_ZZNW4pq2kAhLTsX92akJm_mH13s1MftJRy812g4aBlZlCtJGbLZM2ye7WeuTdPc4_61oLR59ZCLg8KE/s1600/linebg-fade.png);background-position:50% 50%;background-repeat:repeat-x} ul.rcentside .overlayx,ul.rcentside img{border:4px solid #000000;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;border-radius:3px} ul.rcentside li:nth-child(1) .overlayx{background-position:50% 25%} ul.rcentside .overlayx:hover{-ms-filter:"progid:DXImageTransform.Microsoft. Alpha(Opacity=10)";filter:alpha(opacity=10);-khtml-opacity:0.1;-moz-opacity:0.1;opacity:0.1} ul.rcentside h4{position:absolute;bottom:30px;z-index:2;color:white;margin:0;width:100%;padding:0 10px;line-height:1.5em;font-family:Georgia,Times,"Times New Roman";font-weight:normal} ul.rcentside li:nth-child(1) h4,ul.rcentside li:nth-child(4) h4{font-size:150%} ul.rcentside .label_text{position:absolute;bottom:10px;left:10px;z-index:2;color:white;font-size:90%} ul.rcentside li:nth-child(2) .autname,ul.rcentside li:nth-child(3) .autname{display:none} .buttons{margin:5px 0 0} .buttons a{display:inline-block;text-indent:-9999px;width:15px;height:25px;position:relative} .buttons a::before{content:"";width:0;height:0;border-width:8px 7px;border-style:solid;border-color:transparent #535353 transparent transparent;position:absolute;top:50%;margin-top:-8px;margin-left:-10px;left:50%} .buttons a.nextx::before{border-color:transparent transparent transparent #535353;margin-left:-3px}
  • Pengantar Studi Tazkiyatun Nafs: Pengertian dan Urgensinya
    Sumber Gambar: almanar.co.id Kamis, 6 Agustus 2015/21 Syawal 1436 H (DK/Tazkiyatun Nafs/Post-1) Pengertian Tazkiyatun Nafs I...
  • Klasifikasi dan Karakteristik Orang yang Berilmu
    Sumber Gambar: fotodakwah.com Ahad, 04 Oktober 2015/21 Dzulhijjah 1436 H (DK/Ilmu/Post-3) Klasifikasi Ilmu Klasifikasi ilmu di ka...
  • Pengantar Ilmu Fiqih: Definisi, Objek Pembahasan dan Keistimewaannya
    Sumber gambar: wafekuliahonline.blogspot.com DEB SV UGM, Selasa 20 Ramadhan 1436 H/07 Juli 2015, (DK-Fikih-Post 1) Makna Fiqih...
  • Tingkatan ad-Din
    Sumber Gambar: muslimyouthwa.com.au Yogyakarta, 30 Agustus 2015 (DK/Akidah/Post-2) A. Definisi Ad-Din adalah ketaatan. Dala...
  • Pengantar Studi Akhlak: Pengertian, Kedudukan dan Sumber, Faktor-Faktor Pembentuk dan Anjuran Berakhlak Mulia
    Sumber gambar: iluvislam.com Ahad, 1 Syawal 1436 H/19 Juli 2015 (DK-Akhlak/Post 1) Pengertian Akhlak Akhlak merupakan ...
  • Pengantar Studi Dakwah: Makna, Hakikat, Hukum dan Unsur Dakwah
    Sumber Gambar: dainusantara.com Kamis, 7 Syawal 1436 H/23 Juli 2015 (DK/Dakwah/Post 1) Makna dan Hakikat Dakwah Kata dak...
  • Pakaian Wanita di Hadapan Mahramnya
    Sebelum mengetahui batasan-batasan yang diperbolehkan bagi wanita untuk menampakkan bagian-bagian tubuhnya di hadapan muhrimnya, ha...
  • Pengertian dan Keutamaan (Menuntut) Ilmu Syar'i
    Sumber gambar: www.percikaniman.org DEB SV UGM, Jum'at, 2 Ramadhan 1436 H/19 Juni 2015 (Ilmu-Post 1) Pengertian Ilmu ...
  • Keutamaan dan Tujuan Dakwah
    Sumber Gambar: dainusantara.com Kamis, 7 Syawal 1436 H/23 Juli 2015 (DK/Dakwah/Post 2) Keutamaan Dakwah 1) Dakwa di Jalan All...
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Akhlak
  • Akidah
  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • Dakwah
  • Doa dan Dzikir
  • Fatwa
  • Fikih
  • Hadits
  • Ilmu
  • Imamah
  • Kemuslimahan
  • Kontak
  • Nasihat
  • Profil
  • Sirah dan Tarikh
  • Syari'ah
  • Tarbiyah
  • Tazkiyatun Nafs
  • tsaqafah Islamiyah

Blog Archive

  • ▼  2015 (39)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ▼  Juli (5)
      • Keutamaan dan Tujuan Dakwah
      • Pengantar Studi Dakwah: Makna, Hakikat, Hukum dan ...
      • Pengantar Studi Akhlak: Pengertian, Kedudukan dan ...
      • Pengantar Ilmu Fiqih: Definisi, Objek Pembahasan d...
      • Pengantar Studi Akidah Bagian 1: Makna Akidah, Obj...
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (18)

Blogger templates

Rabu, 22 Juli 2015

Keutamaan dan Tujuan Dakwah

23.36.00  Dakwah  No comments

Sumber Gambar: dainusantara.com

Kamis, 7 Syawal 1436 H/23 Juli 2015 (DK/Dakwah/Post 2)

Keutamaan Dakwah

1) Dakwa di Jalan Allah adalah Sebaik-Baik Manusia dalam Perkataan

Seorang Muslim mau berdakwah kepada Allah dan bersemangat melakukannya, karena Allah meninggikan derajat para da’i dan menjadikannya sebaik-baik manusia dalam perkataan di sisi Penciptanya. 

Allah Ta'ala berfirman: 

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang sholih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Q.S. Fushshilat: 33).

2) Pahala yang Besar Bagi Orang yang Menjadi Perantara Seseorang dalam Mendapatkan Petunjuk

Faktor ini juga yang menjadikan seorang Muslim giat dalam berdakwah, adalah karena Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang menjadi perantara bagi orang lain dalam mendapatkan petunjuk. Ketika hendak memberikan bendera perang Khaibar kepada ‘Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda kepadanya: “Berjalanlah dengan tenang hingga kamu berada di halaman mereka, lalu serulah mereka kepada Islam dan kabarkan kepada mereka hal apa saja yang wajib mereka tunaikan dari hak-hak Allah. Demi Allah, bila dengan perantaraanmu Allah memberi petunjuk kepada satu orang, maka itu lebih baik bagimu daripada memiliki onta yang paling bagus.” (H.R. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

3) Pahala Seorang Da’i Seperti Pahala Orang yang Mengikutinya

Rasulullah menjelaskan, bahwa orang yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (H.R. Muslim).

4) Rahmat Allah serta Doa Penghuni Langit dan Bumi 

Rasulullah memberi kabar gembira bahwa Allah dan Malaikat serta penghuni langit dan bumi mendoakan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, serta para penghuni langit dan bumi hingga semut di dalam lubangnya, sampai ikan paus, benar-benar akan mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

5) Pahala Da’i Akan Tetap Mengalir Setelah Meninggal Dunia Sekalipun

Rasulullah bersabda: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka dan terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya.” (H.R. Muslim).

6) Dakwah Merupakan Jalan Hidup Rasul dan Pengikutnya

Allah Ta’ala berfirman: 

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Q.S. Yusuf: 108).

7) Meraih Kemenangan dan Keberuntungan di Dunia dan Akhirat

Allah Ta’ala berfirman: 

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali-’Imran: 104).

8) Dakwah Merupakan Karakter Umat yang Terbaik

Allah Ta’ala berfirman: 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Ali-’Imran: 110). 

Ibnu Katsir mengatakan, “Pendapat yang benar, ayat ini umum mencakup segenap umat (Islam) di setiap jaman sesuai dengan kedudukan dan kondisi mereka masing-masing. Sedangkan kurun terbaik di antara mereka semua adalah masa diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian generasi sesudahnya, lantas generasi yang berikutnya.” [1] 

9) Dakwah Merupakan Sikap Hidup Orang yang Beriman

Allah Ta’ala berfirman: 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. At-Taubah: 71).

10) Meninggalkan Dakwah Akan Membawa Petaka 

Allah Ta’ala berfirman tentang kedurhakaan orang-orang kafir Bani Isra’il: 

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Telah dilaknati orang-orang kafir dari kalangan Bani Isra’il melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu dikarenakan kemaksiatan mereka dan perbuatan mereka yang selalu melampaui batas. 

كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Mereka tidak melarang kemungkaran yang dilakukan oleh sebagian di antara mereka, amat buruk perbuatan yang mereka lakukan itu. (Q.S. Al-Ma’idah: 78-79).

11) Orang yang Berdakwah Adalah yang Akan Mendapatkan Pertolongan Allah

Allah berfirman: 

“Dan sungguh Allah benar-benar akan menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Mereka itu adalah orang-orang yang apabila kami berikan keteguhan di atas muka bumi ini, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Dan milik Allah lah akhir dari segala urusan.” (Q.S. Al-Hajj: 40-41).

12) Nasihat Keteladanan

Allah Ta’ala mengisahkan nasihat indah dari seorang bapak teladan yaitu Luqman kepada anaknya. Allah mengisahkan dalam Al-Qur’an perkataan Luqman: 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ

“Hai anakku, dirikanlah shalat, perintahkanlah yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar, dan bersabarlah atas musibah yang menimpamu. Sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S. Luqman: 17).

13) Dakwah adalah Alasan Bagi Hamba di Hadapan Rabb-nya

Allah berfirman: 

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dan ingatlah ketika suatu kaum di antara mereka berkata, ‘Mengapa kalian tetap menasihati suatu kaum yang akan Allah binasakan atau Allah akan mengazab mereka dengan siksaan yang amat keras?’. Maka mereka menjawab, ‘Agar ini menjadi alasan bagi kami di hadapan Rabb kalian dan semoga saja mereka mau kembali bertakwa’.” (Q.S. Al-A’raaf: 164).

14) Dakwah adalah Tali Pemersatu Umat

Setelah menyebutkan kewajiban untuk berdakwah atas umat ini, Allah melarang mereka dari perpecahan, 

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah keterangan-keterangan datang kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang berhak menerima siksaan yang sangat besar.” (Q.S. Ali-’Imran: 105). 

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Kalaulah bukan karena amar ma’ruf dan nahi mungkar niscaya umat manusia (kaum muslimin) akan berpecah belah menjadi bergolong-golongan, tercerai-berai tak karuan dan setiap golongan merasa bangga dengan apa yang mereka miliki…” [2] 

15) Dakwah adalah Tugas Utama Para Rasul alaihimussalam

Para rasul alaihimussalam adalah orang yang diutus oleh Allah SWT untuk melakukan tugas utama mereka yakni berdakwah kepada Allah. Keutamaan dakwah terletak pada disandarkannya kerja dakwah ini kepada manusia yang paling utama dan mulia yakni Rasulullah SAW dan saudara-saudara beliau para nabi & rasul alaihimussalam. Pintu kenabian dan kerasulan memang sudah tertutup selama-lamanya, namun kita masih dapat mewarisi pekerjaan dan tugas mulia mereka, sehingga kita berharap semoga Allah SWT berkenan memuliakan kita.

16) Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang Terbaik)

Dakwah adalah amal yang terbaik, karena dakwah memelihara amal Islami di dalam pribadi dan masyarakat. Membangun potensi dan memelihara amal shalih adalah amal dakwah, sehingga dakwah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa dakwah ini maka amal shalih tidak akan berlangsung. 

Allah SWT berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Q.S. Fushilat: 33).

Dengan semua keutamaan dakwah di atas, berarti seorang da’i dengan dakwahnya sedang menjalani hidupnya dengan kehidupan rabbaniyyah yakni kehidupan yang selalu berorientasi kepada Allah SWT dan kehidupan yang selalu diisi dengan belajar Al-Quran yang menjadi sumber kebaikan serta mengajarkannya kepada orang lain.

Kehidupan rabbaniyyah adalah kehidupan seorang da’i yang selalu mengorientasikan semua aktivitasnya kepada Allah SWT Rabbnya, di mana kehidupan, kematian, ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah semuanya dipersembahkan untuk Allah SWT. Ibadah yang menjadi tujuan hidup semua manusia dilaksanakan untuk mengagungkan Allah SWT seagung-agungnya dan untuk menyatakan kehinaan dan kelemahan kita di hadapan-Nya. Dakwah adalah salah satu bentuk pengagungan kepada Allah yang paling utama, karena di dalamnya seorang da’i meninggikan kalimat-Nya melalui lisannya, amalnya, dan ajakannya kepada orang lain. Di dalam dakwah seorang da’i bersabar menghadapi berbagai ujian berat semata-mata demi mengagungkan Allah SWT. Semakin berat tantangan dan ujian dalam mengagungkan Allah SWT, semakin besar dan mulia bentuk pengagungan itu di sisi Allah SWT. 

Allah SWT berfirman: 

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.” (Q.S. Al-An’am: 162).

Dengan selalu berdakwah di jalan Allah SWT serang da’i telah menjadikan hidupnya penuh keberkahan. Yang dimaksud dengan keberkahan adalah kebaikan yang banyak dan melimpah di sisi Allah SWT. Para Nabi alaihimussalam adalah orang yang paling diberkahi dan kehidupannya adalah kehidupan penuh keberkahan, perhatikan ucapan Nabi Isa as tentang dirinya: 

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ ‎وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (Q.S. Maryam: 31).

Penyebab utama kehidupan Nabi Isa dan para Nabi lainnya diberkahi oleh Allah SWT adalah pekerjaan mereka sebagai orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mendakwahkan ajaran-Nya kepada manusia. Keberkahan seseorang itu ada pada:

a) Pengajarannya terhadap segala macam kebajikan di mana pun ia berada, dan
b) Nasehat yang ia berikan kepada semua orang yang ijtima’ (berkumpul) dengannya.

Tujuan Dakwah

Tujuan dakwah hakikatnya sama dengan diutusnya nabi Muhammad SAW membawa ajaran Islam dengan tugas menyebarluaskan dinul haq itu kepada seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah SWT. 

Inti dari tujuan yang ingin dicapai dalam proses pelaksanaan dakwah adalah keridhaan Allah SWT dimana obyek dakwah tidak hanya terbatas kepada umat Islam saja, tetapi semua manusia bahkan untuk semua alam. 

Allah SWT berfirman:

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Q.S. Ibrahim:1).

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. (Q.S. Al-Ma’idah: 15).

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Q.S. Al-Ma’idah: 16).

Dari sudut manapun dakwah itu diarahkan, maka intinya adalah amar ma`ruf nahyi munkar yang bertujuan untuk merubah dari sesuatu yang negatif kepada yang positif, dari yang statis kepada kedinamisan sebagai upaya merealisasikan kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Secara terperinci, tujuan dakwah antara lain:

1. Agar umat manusia hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan meniti syariat Rasulullah sebagai pedoman hidup. 

Abu Sufyan mengisahkan kepada Kaisar Romawi:

“Dia (Nabi Muhammad) memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan ia menyembah kami menyembah apa-apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami.” [3]

2. Untuk merealisasikan tujuan pokoknya, dakwah harus mempunyai orientasi membangun masyarakat Islam, sebagaimana para nabi dan rasul yang memulai dakwahnya di kalangan masyarakat jahiliyah. Tujuan ini membutuhkan suatu jamaah yang berupaya menegakkan Islam dalam realitas kehidupan, sehingga manusia melihat keteladanan yang baik dalam diri para da’i, menyaksikan keindahan agama Allah tergambar dalam masyarakat Muslim dan pengaruh agama ini tertoreh pada jiwa setiap orang yang mengimaninya. Melakukan perbaikan pada masyarakat Islam yang telah diwarnai oleh berbagai penyimpangan, kesesatana, kemungkaran dan kemaksiatan. [4] Memelihara kelangsungan dakwah di kalangan masyarakat yang telah berpegang pada kebenaran, melalui pengajaran secara terus menerus, pengingatan, penyucian jiwa, dan pendidikan. [5]


Catatan Kaki:

[1] Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, 2/68
[2] Majalis Syahri Ramadhan: 102
[3] H.R. Bukhari: 7, 2681 dan Muslim: 1733
[4] Mizanul Muslim, 1/151
[5] Fiqih Dakwah: 29-30

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar

Langganan: Posting Komentar (Atom)
 
  • Entri yang Diunggulkan

    Disyari'atkannya Thalabul Ilmi

    Sumber gambar: virous007.wordpress.com DEB SV UGM, Jum'at, 2 Ramadhan 1436 H/19 Juni 2015  (Ilmu-Post 2) Islam menghendaki ...

    Blogger news

  • Blogroll

  • About

Copyright © Forum Belajar Islam | Powered by Blogger
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Free Blogger Themes
NewBloggerThemes.com